Sandiaga soal Sindiran Keras Elite Gerindra: Terima Kasih Sahabat
Sandiaga mengatakan sebuah kontestasi politik harusnya disikapi dengan rasa persahabatan. Ia mengutip pesan Presiden Jokowi untuk tidak terburu-buru. "Saya juga melaporkan kepada teman-teman Gerindra bahwa kita bangun suatu pemahaman seperti yang disampaikan bapak presiden, bahwa kita tidak terburu-buru," ujarnya. Sandiaga kemudian menjelaskan hubungannya dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Ia mengaku hubungannya dengan menteri pertahanan itu sangat dekat dan baik.
Apalagi, kata Sandiaga, Prabowo merupakan tetangganya. Kader Gerindra itu mengaku sering berinteraksi dengan sang ketum.
"Saya ini salah satu kader Gerindra yang karena bertetangga dengan Pak Prabowo. Banyak sekali berinteraksi dengan beliau, jadi masukan-masukan ini untuk perbaikan ekonomi dan peningkatan tentunya kanal aspirasi masyarakat ini harus disampaikan," pungkas dia.
Sebelumnya Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan partainya tidak melarang jika Sandi ingin maju sebagai capres dari partai lain. Namun, Dasco mengingatkan Menparekraf itu agar tertib etika politik dan tahu batasan sebagai kader.
"Kami kan tidak dalam posisi melarang, tapi kan sebagai seorang yang aktif berpolitik, tentunya yang bersangkutan tahu batas-batas dan etika ketika kemudian mau maju menjadi capres, apalagi dari partai lain kan begitu," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlamen Senayan, Kamis (1/9).
Sementara Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa partainya cuma punya satu calon presiden yakni Prabowo Subianto. Kader yang tidak mau ikut keputusan tersebut agar meninggalkan Partai Gerindra sebelum memulai perjalanan menuju Pemilu 2024.
"Jika ada kader Gerindra yang tidak ingin ikut rombongan kereta, Saya minta untuk turun sebelum kereta ini jalan," kata Muzani DPC Partai Gerindra Lumajang lewat siaran pers, Kamis (1/9).